LOGIN MEMBER
USERNAME
PASSWORD
PAKET TOUR TERBARU
6 DAYS DISNEY DELUXE HONGKONG KATEGORI: INTERNASIONAL
4D3N SAIGON-CU CHI " VIETNAM " KATEGORI: INTERNASIONAL
4D3N BANGKOK KATEGORI: INTERNASIONAL
4D3N BANGKOK-PATTAYA KATEGORI: INTERNASIONAL
5D4N KUALA LUMPUR - SINGAPORE KATEGORI: INTERNASIONAL
4D3N SINGAPORE - KUALA LUMPUR KATEGORI: INTERNASIONAL
LOMBOK TOUR 2D1N KATEGORI: DOMESTIK
3D2N BANGKOK HOLIDAY KATEGORI: INTERNASIONAL
2D1N SARANGAN TRIP KATEGORI: DOMESTIK
REKENING PEMBAYARAN
BCA
3880442910
PT. ASHA RAMAS ANUGERAH (IDR)
MANDIRI
1420007636292
PT. ASHA RAMAS ANUGERAH (IDR)
BNI
7000005677
PT. ASHA RAMAS ANUGERAH (IDR)
BNI
0257031661
NURUL HUDA (USD)
KANTOR PERWAKILAN
ASRA10 SIDOARJO ( AL MAASA T&T )
JL. UNTUNG SUROPATI NO.19 SIDOARJO
0318078819
081939867808

ASRA10 LOMBOK
JL. SUNAN GIRI VI BLOK O NO.08 BTN KODYA ASRI JEPONG BARU MATARAM LOMBOK
087864580439

ASRA10 BOJONEGORO
JL. GAJAH MADA NO. 72 BOJONEGORO
0353883509

ASRA10 KENDAL
JL. SOEKARNO HATTA NO. 26 KARANG AYU CEPIRING KENDAL
081228107691

KURS BCA
KURS JUAL BELI
USD 13.879,00 13.863,00
SGD

PANDUAN IBADAH HAJI DAN UMRAH

PENGERTIAN UMUM

A. DEFINISI HAJI DAN UMRAH

Ulama fiqih mendefinisikan haji dengan:

menyengaja mendatangi Ka’bah untuk menunaikan amalan-amalan tertentu, atau mengunjungi tempat tertentu pada waktu tertentu untuk melakukan amalan-amalan tertentu

Jadi pengertian haji adalah menyengaja mengunjungi Baitullah untuk beribadah kepada Allah dengan syarat atau rukun tertentu, serta pada waktu tertentu pula. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan selama berhaji meliputi amalan-amalan yang dikelompokkan dan rukun, wajib dan sunnah haji.

Sedangkan definsi umrah adalah:

“dengan sengaja mendatangi Ka’bah untuk melaksanakan amalan tertentu yang terdiri atas tawaf, sai dan bercukur.

Jadi pengertian umrah adalah mengunjungi Baitullah dengan maksud beribadah kepada Allah dengan cara-cara tertentu menurut syarak. Ibadah umrah dibedakan menjadi 2 macam yaitu umrah yang dilakukan sewaktu-waktu dan umrah yang dilakukan dalam rangkaian ibadah haji, sehingga dilakukan pada bulan haji pula.

Amalan-amalan haji dan umrah

Ulama fiqih menetapkan bahwa amalan yang harus dikerjakan seseorang dalam ibadah haji ada sebelas macam, sebagaimana yang terdapat dalam hadits yang diriwayatkan oleh penyusun Kitab As Sittah (Kitab hadits yang Enam), sedangkan amalan umrah ada empat macam.

Syarat ibadah haji dan umrah

Syarat ibadah haji dan umrah ada yang bersifat umum dan ada yang bersifat khusus syarat umum meliputi Islam, dewasa, berakal sehat, merdeka, dan istita’ah (mampu melaksanakannya)

B.     DASAR HUKUM HAJI DAN UMRAH

Para ulama fiqih sepakat bahwa ibadah haji dan umrah adalah wajib hukumnya bagi setiap muslim  yang mempunyai kemampuan biaya, fisik dan waktu, sesuai dengan nash Al-Qur’an:

وَلِلّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ اِلَيْهِ سَبِيْلاَ *

Artinya : “Dan Allah mewajibkan atas manusia haji ke Baitullah bagi orang yang mampu mengerjakannya” . (QS.3:97).

Firman Allah :

وَاَتِمُّواالْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ ِللهِ*   

Artinya : “Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah”. (QS. 2:196).

Nabi Ibrahim diperintahkan untuk menyeru ibadah haji tersebut ke  seluruh penjuru dunia, sehinga berdatanganlah orang-orang dari seluruh penjuru dunia yang jauh dengan berjalan kaki atau berkendaraan, sesuai dengan firman Allah:

وَاَذِّنْ فِىالنَّاسِ بِاالْحَجِّ يَأْتُوْكَ رِجاَلاً وَعَلى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْ تِيْنَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيْقٍ*

Artinya : “Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus, yang datang dari segenap penjuru yang jauh”. (QS. 22: 27).

Kewajiban haji hanya sekali seumur hidup, sedangkan haji berikutnya hukumnya sunah. Sabda Rasulullah saw.

أَلْحَجُّ مرَّةٌ فَمَنْ زَادَ فَهُوَ تَطَوَّعٌ *

 Artinya :“Haji itu wajibnya hanya satu kali, dan selebihnya  adalah sunnah”          (HR. Ahmad, Nasai dan Ibnu Majah).

Apabila sudah memiliki bekal yang cukup untuk berangkat haji, segera berangkat menunaikannya karena kamu tidak tahu apa yang akan terjadi esok hari. Sabda nabi.

تَعَجَّلُوْا اِلَىالْحَجِّ يَعْنِىالْفَرِيْضَةَ فَاِنَّ اَحَدَكُمْ لاَتَدْرِى مَايَعْرِضُ لَهُ *

Artinya : “Bersegeralah kamu menunaikan ibadah haji, yakni menunaikan kewajiban, maka sesungguhnya kamu tidak mengetahui sesuatu yang akan datang (yang akan terjadi)”. (HR. Ahmad).

Lebih dari itu, bagi orang yang sudah mampu tapi enggan berangkat menunaikan ibadah haji, maka baginya mati Yahudi atau Nasrani, sabda nabi.

مَنْ مَلَكَ زَادً وَرَاحِلَةً وَلَمْ يَحُجَّ بَيْتَ اللهِ فَلاَ يَضُرُّهُ مَاتَ يَهُوْدِيًّااَوْ نَصْرَانِيًّا *

Artinya : “Barang siapa yang telah memiliki bekal dan kendaraan (sudah mampu), dan ia belum haji ke Baitullah maka tidak ada yang menghalangi baginya mati Yahudi atau Nasrani”. (HR. Tirmidzi).

C.     KEUTAMAAN HAJI DAN UMRAH

Keutamaan haji dan umrah meliputi:

  1. Haji yang mabrur merupakan amal yang paling utama karena dipenuhi dengan kebajikan yang ditandai dengan lemah lembut dalam ucapan dan suka menyumbang makanan. (Hadits yang diterima dari Abu Hurairah). Ciri haji yang mabrur ditandai dengan sifat dan keadaan setelah haji lebih baik dibandingkan sebelumnya.
  2. Haji merupakan jihad bagi laki-laki yang tua, lemah dan wanita (Hadits riwayat Nasai dan riwayat Buchori dan Muslim).
  3. Haji akan menghapus dosa seperti pada saat dilahirkan (Hadits riwayat Buchori-Muslim), haji akan mengapus dosa yang terjadi sebelumnya (Hadits riwayat Muslim)
  4. Dan ganjaran haji mabrur adalah surga (Hadits riwayat Nasai).
  5. Orang-orang yang mengerjakan haji dan umrah merupakan duta-duta Allah sehingga jika mereka memohon kepada-Nya pasti akan dikabulkannya, dn jika mereka minta ampun, pasti akan diampuni-Nya. (Hadist riwayat Ibnu Majah)
  6. Pahala haji adalah surga (Hadits Buchori dan Muslim). Jika kita meninggal saat mengerjakan haji dan umrah, maka dijamin oleh Allah akan masuk surga, namun jika kembali akan diberkahi-Nya oleh-oleh dan pahala (Hadits yang diriwayatkan dengan sanad Hasan oleh Ibnu Jureij)
  7. Keutamaan mengeluarkan biaya haji sama dengan mengeluarkan untuk perang di jalan Allah. Satu dirham menjadi 700 kali lipat (Hadits riwayat Ibnu Abi Syaibah, Ahmad, Thabrani, dan Baihaqi, HR. Muslim).

D.    AMALAN-AMALAN HAJI DAN UMRAH

Beberapa amalan yang harus dikerjakan pada saat haji dan umrah terdiri rukun haji dan wajib haji, sedangkan amalan-amalan yang harus dikerjakan pada saat umrah disebut rukun umrah.

Rukun haji terdiri atas:

1.Ihram (niat haji)

2.Wukuf

3.Tawaf haji

4.Tahalul haji

5.Tertib

Wajib haji terdiri dari:

1.Ihram dari miqat

2.Meninggalkan larangan ihram

3.Bermalam di Muzdalifah

4.Melempar jumrah Aqobah

5.Bermalam di Mina

6.Melempar ketiga jumrah (Ula, Wustha dan Aqabah)

Sunah haji terdiri dari:

1.Membaca talbiyah

2.Mandi junub ketika hendak ihram

3.Melakukan haji Ifrad, yakni mendahulukan haji kemudian baru umrah

4.Membaca dzikir ketika melakukan tawaf

5.Masuk ke Baitullah

6.Sholat 2 rokaat sesudah tawaf

Rukun umrah terdiri dari:

1.Ihram

2.Tawaf umrah

3.Sai’

4.Tahalul

E.     PENGERTIAN MIQAT

Miqat adalah batas untuk beribadah haji yang meliputi batas waktu dan batas tempat. Miqat terbagi 2 yaitu batas waktu disebut miqat zamani dan batas tempat yang disebut miqat makani.

Miqat zamani adalah batas waktu syahnya melaksanakan ibadah haji sesuai dengan firman Allah .

اَلْحَجُّ أَشْهُرٌ مَّعْلُوْمَتٌ*

Artinya : “(Musim) haji  adalah beberapa bulan yang dimaklumi” (QS.2:197)

Waktu yang dihormati Allah adalah bulan Zulkaidah, Zulhijah, Muharam dan Rajab sesuai dengan firman Allah.

أَلشَّهْرُ الْحَرامُ بِالشَّهْرِالْحَرَامِ وَالْحُرُمتُ قِصَاصٌ *

   Artinya : “Bulan haram dengan bulan haram, dan pada sesuatu yang patut dihormati berlaku hukum qishash”.(QS. 2:194).

Firman Allah:

ذلِكَ ومَنْ يُعَظِّمْ حُرُمتِ اللهِ فَهُوَ خَيْرٌ لَه عِنْدَ رَبِّه *

Artinya : “Demikianlah (perintah Allah). Barangsiapa yang menggungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah, maka itu adalah labih baik baginya di sisi Tuhan-Nya”.  (QS. 22:30).

وَاذْكُرُاللهَ فىِاَيَّامٍ مَّعْدُوْدتٍ فَمَنْ تَعَجَّلَ فِىيَوْمَيْنِ فَلاَاِثْمَ عَلَيْهِ وَمَنْ تَأَخَّرَ فَلاَاِثْمَ عَلَيْهِ *

Artinya : “Dan berdzikirlah (dengan menyebut) Allah dalam beberapa hari yang berbilang (tanggal, 11, 12, dan 13 Zuhijah).  Barang siapa yang ingin cepat berangkat (dari Mina) sesudah dua hari, maka tiada dosa baginya. Dan barang siapa yang ingin menangguhkan (keberangkatan dari dua hari itu), maka tiada dosa baginya” (QS. 2:203).

Miqat zamani

Miqat zamani haji adalah bulan Syawal, Dzulkaidah dan Dzulhijah, sedangkan miqat zamani umrah dapat dilakukan kapan saja, kecuali umrah wajib yang merupakan rangkaian dari ibadah haji.

Miqat makani

Miqat makani adalah batas tempat untuk memulai ihram guna menuju ke Mekah dalam melaksanakan ibadah haji atau umrah yakni tempat-tempat tertentu yang telah ditentukan oleh Rasulullah saw, miqat tersebut adalah:

  1. Bir Ali (Zulhulaifah) dari arah Madinah (HR. Buchori-Muslim), 450 km sebelah utara kota Mekah
  2. Al Juhfa dari arah Syria (HR. Buchori-Muslim), 187 km sebelah barat laut Mekah.
  3. Qarnul Manazil dari arah Nejed (HR. Buchori-Muslim), 94 km sebelah timur Mekah.
  4. Yalamlam dari arah Yaman (HR. Buchori-Muslim), 54 km sebelah selatan Mekah.

5.Buchori –Muslim)

6.Dzata Iraqin dari arah Iraq (HR. Abu Daud dan Nasai), 94 km sebelah timur laut Mekah.

Di miqat makani inilah rukun haji dan umrah dimulai.

F.     VISUALISASI IBADAH UMRAH

Sesuai yang dicontohkan Rosul, maka ahli fiqih sepakat bahwa umrah mempunyai 4 rukun yaitu; ihram, tawaf, sai, dan tahalul.   Hanya setelah melaksanakan keempat hal tersebut secara sempurna, seorang muslim dinyatakan telah menyelesaikan ibadah umrah.

1. Ihram

   Ihram adalah niat menuju ke Mekah untuk melaksanakan ibadah umrah. Ihram dimulai dari miqat. Pakaian ihram berupa pakaian putih-putih yang melambangkan kesucian dan kesederhanaan. Bagi laki-laki pakaian tersebut berupa 2 lembar kain yang tidak dijahit, yang satunya dililitkan untuk menutupi aurat (dari pinggang hingga lutut), satu lembar lagi diselempangkan ke pundak kiri, sedangkan pundak kanan dibiarkan terbuka. Pakaian ihram dikenakan mulai dari miqat.

 2. Tawaf umrah

     Tawaf adalah mengelilingi Ka’bah 7 kali dengan arah kiri sesuai dicontohkan Rosulullah saw dan sesuai dengan putaran planet di alam semesta yang berpengaruh pula pada ritme biologis manusia.  Tawaf dimulai dengan menyentuh hajar aswad atau memberi isyarat pada garis yang ditarik lurus dari sudut hajar aswad, dengan mengucap Bismillahi Allahuakbar sebanyak 7 kali dan diakhiri dengan sholat sunah 2 rokaat di belakang Maqom Ibrahim, dengan mem baca QS. Al Kafirun pada rakaat pertama dan QS. Al-Ikhlas pada rakaat kedua dan berdoa, kemudian di sunahkan minum air zam-zam.

3.Sai

 Sai dilakukan setelah tawaf, dimulai naik ke Shofa dengan  membaca:

اَعُوْذُبِااللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَا ئِرِ اللهِ *

Diatas Shofa kita menghadap ke ka’bah untuk berdo’a, seusai berdo’a berjalan menuju ke Marwa. Naik ke Marwah dengan membaca :

اَعُوْذُبِااللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ, بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَا ئِرِ اللهِ *

Diatas Marwah menghadap ka’bah untuk berdo’a, sesai berdo’a berjalan menuju Shofa, dilakukan sebanyak 7 kali. Perjalanan berakhir di Marwa. Setelah Sai selesai, kemudian melaksanakan tahalul.

4. Tahalul

 Tahalul adalah menggunting rambut, dapat dilakukan dengan mencukur pendek atau mencukur gundul yang dimulai dari sebelah kanan. Maka selesailah ibadah umrah.

G.    VISUALISASI IBADAH HAJI

Ibadah haji dibagi menjadi 3 jenis:

1.Haji Tamattu. Jamaah melakukan ibadah umrah dulu, lalu beristirahat menunggu waktu untuk melaksanakan ibadah haji.

2.Haji Qiran. Ibadah haji dan umrah dilaksanakan sekaligus.

3.Haji Ifrad. Jamaah melaksanakan ibadah haji terlebih dahulu, baru kemudian melaksanakan ibadah umrah.

Haji ifrad dan Qiran lebih mudah dilaksanakan oleh orang-orang yang tiba di Mekah pada waktu yang dekat dengan tanggal 8 Zulhijah, sehingga tidak terlampau lama mengenakan pakaian ihram yang terikat dengan sangat banyak larangan.

Namun, bagi jamaah haji asal Indonesia pada umumnya harus tiba di Mekah jauh hari sebelum waktu berhaji, karena persoalan pengangkutan. Dalam kondisi seperti ini haji Tamattu lebih cepat, dengan membayar dam (denda) seekor kambing.

Garis Besar Urutan Pelaksanaan Ibadah Haji

Haji Tamattu

Haji Qiran

Haji Ifrad

 

Dari miqat: Niat

Melaksanakan ibadah

umrah

Dari Miqat: Niat melaksanakan ibadah haji dan umrah bersamaan

Dari miqat: Niat melaksanakan ibadah haji

 

PELAKSANAAN IBADAH UMRAH

 

 
 

Niat Melaksanakan Ibadah Haji

 
 

 

Membayar Dam

 

Membayar Dam

 

Dari miqot: Niat melaksanakan ibadah Umroh

 

Bandara Soekarno Hatta Jakarta (kiri)

Bandara King Abdul Azis Jeddah (kanan)

JADWAL KEGIATAN PELAKSANAAN IBADAH HAJI

8 Zulhijah

Jamaah bersiap untuk berangkat ke Arafah (dapat naik bis atau berjalan kaki)

 

 

9 Zulhijah

Setelah matahari terbit memasuki Arafah untuk melakukan wukuf, sholat dluhur dan asar dijama’ dan jamaah bebas membaca Qu’ran dll sampai waktu maghrib.

 

 

Setelah maghrib berangkat menuju Muzdalifah, melaksanakan sholat Maghrib dan Isa’ dijama’ dan memungut 7 kerikil.

 

10 Zulhijah

Selepas shalat subuh menuju Mina untuk melempar jumrah Aqobah dengan 7 kerikil

 

11 Zulhijah

Setelah waktu dluhur melempar 3 jumrah, Ula, Wustha, Aqobah masing-masing dengan 7 kerikil 

 
 
 

12 Zulhijah

 Setelah waktu dluhur melempar 3 jumrah, Ula, Wustha, Aqobah masing-masing dengan 7 kerikil (bagi yang memilih nafar  awal sudah selesai)

 
 
 
 

13 Zulhijah

Setelah waktu dluhur melempar 3 jumrah, Ula, Wustha, Aqobah masing-masing dengan 7 kerikil (bagi yang memilih nafar tsani)

 
 
 
 

Jamaah melakukan thawaf ifadhah, sai’ dan tahalul

 
 

H.    HAKEKAT HAJI DAN UMRAH DALAM KEHIDUPAN KONTEKSTUAL

Apabila kita renungkan, kehidupan jaman sekarang ini tidak seperti kehidupan yang seharusnya. Kehidupan kita seperti putaran lingkaran yang sia-sia kerena merupakan sebuah gerakan yang tidak bertujuan. Bermula siang berakhir dengan malam, berganti siang lagi yang tidak berkesudahan. Apalagi kita mempunyai kebutuhan, maka kita akan berharap dan berjuang untuk memenuhi kebutuhan tersebut, dan hidup hanyalah sekedar untuk memenuhi kebutuhan hari demi hari tanpa arah dalam hidupnya. Tujuan hidup hanyalah untuk memenuhi kebutuhan hidup. Keadaan seperti ini bagaikan semangat yang mati dalam jasad yang masih hidup. Tetapi keadaan tidak sehat ini dapat diubah oleh pengalaman menunaikan ibadah haji.

Haji akan membebaskan kita dari belenggu kebutuhan, uang, kekuasaan dan hawa nafsu. Haji sangat bertentangan dengan perjuangan-perjuangan tanpa tujuan, dan haji merupakan pemberontakan melawan nasib malang yang menyebabkan oleh kekuatan-kekuatan jahat. Dengan menyempurnakan ibadah haji, kita dapat memutuskan jerat-jerat yang menjaring dari kita menuju ke keabadian Allah yang mutlak yang tidak memiliki keterbatasan, yang tidak menyerupai sesuatupun jua, pulang kepada Allah adalah sebuah gerakan kesempurnaan, kebaikan, keindahan, kekuatan, pengetahuan, nilai dan fakta-fakta. Sampailah kita kepada Allah dan dimanakah Allah ? Nabi Muhammad saw bersabda : Allah berada di dalam hati orang-orang yang beriman. Dengan demikian Allah mengetahui orang-orang yang tulus dan orang-orang yang hanya berpura. Firman Allah :

فَلَيَعْلَمَنَّ اللهُ الَّذِيْنَ صَدَقُوْ وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَذِبِيْنَ *

Artinya: “ Maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar, dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta”. (QS.29:3).

Haji yang dilaksanakan dengan sempurna, akan mengantarkan mengembalikan fungsi diri kita,  dalam mengemban kehidupan dengan tidak lagi terjerat kebesaran dan gedung-gedung kekayaan, yang untuk mengejar hal-hal tersebut, akan membuat  memiliki sifat-sifat kebinatangan. Semua sifat jelek karena tuntutan masyarakat, itu akan terlepas karena kita menuju ke rumah Allah atau rumah umat manusia yang sebenarnya.

IHRAM

A.   DEFINISI IHRAM

Ihram adalah berniat untuk menunaikan ibadah haji dan atau umrah. Apabila hanya berniat untuk menunaikan ibadah umrah terlebih dahulu, berarti kita melaksanakan haji tamattu, apabila berniat untuk melaksanakan ibadah haji dan umrah secara bersamaan, berarti kita melaksanakan haji qiran, apabila berniat untuk menunaikan  haji saja, berarti kita melaksanakan haji ifrad. Ihram merupakan rukun haji yang pertama.

B. DASAR HUKUM IHRAM

Ihram disyaratkan dimulai dari miqat, baik miqat zamani maupun miqat makani serta beberapa larangan. Firman Allah : 

اَلْحَجُّ اَشْهُرٌ مَعْلُوْمتُ فَمَنْ فَرَضَ فِهِنَّ الْحَجَّ فَلاَ رَفَثَ وَلاَ فُسُوْقَ وَلاَ جِدَالَ فِىالْحَجِّ *

Artinya : “Musim haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barang siapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka ia tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji”.     (QS. 2: 197)

C. KEUTAMAAN IHRAM

Ihram merupakan rukun haji yang pertama, dan kesempurnaan dalam menetapi larangan ihram merupakan kesempurnaan dalam melakukan haji, karena pelanggaran yang dilakukan saat ihram membawa sangsi berupa dam (denda) yang harus ditunaikan. Setelah kita melaksanakan perbuatan-perbuatan dalam ihram (tatacara ihram), maka selanjutnya kita mengucapkan talbiah. Keutamaan membaca talbiyah meliputi: membaca talbiyah akan melebur dosa kita seperti bayi yang baru dilahirkan. Pada saat kita membaca talbiyah (HR. Ibnu Majah), mendapat kabar gembira berupa surga (HR. Thabrani dan Sa’id bin Mansyur), serta tanah dan pohon-pohon disekeliling kita ikut membacanya (HR. Ibnu Majah, Baihaqi dan Turmudzi).

D. TATA CARA IHRAM

Tatacara pelaksanaan ihram pada garis besarnya berniat haji/umrah dari miqat menjauhi hal-hal yang dilarang pada saat ihram.

I.        Tatacara niat haji di miqat

1.Ihram dilakukan sesuai dengan niat miqatnya, baik itu niat miqat zamani maupun miqat makani. Ihram yang sesuai dengan miqat ini termasuk dalam wajib haji. Ihram yang dilakukan sebelum bulan haji hukumnya tidak sah, jadi ihram dilakukan pada bulan haji dan dimulai dari tempat yang sudah ditentukan sesuai dengan negara asal jamaah haji. Untuk jamaah haji yang berasal dari Indonesia, ihram dapat dimulai dari Jeddah.

2.Mandi dan membersihkan diri dengan jalan memotong kuku,   memendekkan kumis, mencabut bulu ketiak, mencukur bulu kemaluan dan disunahkan untuk mandi junub, termasuk perempuan yang sedang haid dan nifas (HR. Bukhori-Muslim dan Abu Daud).

3.Memakai pakaian ihram berwarna putih yang tidak berjahit bagi laki-laki sebanyak 2 lembar, satu dipakai sebagai sarung dan diberi ikat pinggang yang kuat dan lainnya dililitkan di badan. Bagi perempuan memakai pakaian muslim biasa yang menutupi seluruh aurat, kecuali muka dan telapak tangan.

4.Sholat ihram 2 rakaat, yang diawali dengan berwudlu terlebih dahulu. Pada rakaat pertama setelah Al-Fatihah membaca QS. Al-Kafirun dan ada rakaat ke dua QS. Al-Ikhlas (HR. Muslim). Sholat ini termasuk sunah haji.

5.Niat dan membaca talbiyah.

 لَبَّيْكَ اَللهُمَّ لَبَّيْكَ – لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ – اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ – لاَشَرِيْكَ لَكَ *

Artinya : “Ya Allah kami datang memenuhi panggilanmu. Ya ِِِAllah tidak ada sekutu bagi-Mu sesungguhnya segala puji dan kenikmatan serta kerajaan (kekuasaan) adalah milik-Mu semua. Tidak ada sekutu bagi-Mu”. (HR. Bukhori).

II.   Larangan Dalam Ihram

   Menjauhkan diri dari larangan-larangan ihram merupakan wajib haji. Kalau sampai melanggar, maka harus membayar dam. Larangan-larangan ihram sbb:

1.Al-Baqarah, 197).

2.Melakukan kejahatan dan berbuat maksiat yang mengakibatkan penyelewengan dari mentaati Allah (QS. Al-Baqarah, 197).

3.Berselisih (bertengkar dengan orang lain (QS. Al-Baqarah, 197).

4.Bukhori).

5.Melangsungkan akad nikah baik dirinya maupun orang lain, sebagai wali atau menjadi wakil (HR. Turmudzi)

6.Al-Baqarah, 196).

7.Memakai wangi-wangian baik di pakaian atau di badan, baik laki-laki maupun perempuan (HR. Iman Malik).

8.Berburu (QS.Al-Maidah, 96) dan memakan hasil buruan (HR. Bukhori Muslim).

III. Hukum melanggar larangan ihram

  1. Bila melanggar larangan ihram, maka harus membayar denda dengan menyembelih seekor kambing. Apabila tidak mampu, maka harus berpuasa 3 hari di saat haji dan 7 hari di tanah air atau memberi makan orang miskin  (sedekah).
  2. Bukhori, Muslim dan Abudawud).
  3. Bila bersenggama pada saat ihram, maka hajinya batal dan harus diulang  tahun depan, dan harus tetap mengerjakan amalan haji sampai selesai dan menyembelih qurban seekor unta.
  4. Bila membunuh binatang buruan pada saat ihram, maka dendanya menyembelih ternak sebanding dengan binatang yang dibunuhnya. (QS. Al-Maidah, 95).

يَااَيُّهَاالَّذِيْنَ امَنُوْا لاَتَقْتُلُوْاالصَّيْدَ وَاَنْتُمْ حُرُمٌ وَمَقَتَلَه مِنْكُمْ مُتَعَمِّدًا فَجَزَاءٌ مِثْلُ مَاقَتَلَ مِنَ النَّعَمِ يَحْكُمُ بِه *

Firman Allah: “Hai orang-orang beriman, janganlah kamu membunuh, binatang buruan ketika kamu sedang ihram. Barang siapa dintara kamu membunuhnya dengan sengaja, maka dendanya ialah mengganti dengan binatang ternak yang seimbang dengan buruan yang dibunuhnya” .  (QS.Al-Maidah: 95)

وَحُرِّمَ عَلَيْكُمْ صَيْدُالْبَرِّ مَادُمْتُمْ حُرُمًا *

ِArtinya : “Dan diharamkan atas kamu berburu binatang darat selama kamu dalam ihram”  (QS. Al-Maidah, 96).

E. KESALAHAN YANG SERING TERJADI PADA SAAT IHRAM

Beberapa kesalahan yang sering terjadi pada saat ihram meliputi:

  1. Bagi jamaah haji yang berasal dari negara yang jauh seperti Indonesia masih sering dalam perselisihan pendapat mengenai dimana miqat makani dimulai. Menurut departemen agama RI miqat dapat dimulai di bandara Jeddah.

2.Hal ini melanggar larangan ihram, jadi harus membayar dam.

3.Ketelitian dalam berpakaian bagi laki-laki tidak boleh memakai tutup kepala (peci) dan bagi wanita tidak boleh menggunakan sarung tangan, masih sering belum diperhatikan dengan seksama.

4.Memelihara diri untuk menjaga lisannya dari kata-kata yang berkecenderungan ke arah sexual, dan memelihara tangannya dari perbuatan merusak baik tanaman maupun hewan.

F. DO’A YANG DIPANJATKAN PADA SAAT IHRAM

Setelah melakukan shalat sunah 2 rakaat, maka kemudian membaca niat haji atau niat umrah, tergantung jenis haji yang akan dilakukannya.

Untuk haji tamattu

لَبَّيْكَ اَللهُمَّ عُمْرَةً

Ya Allah kami datang memenuhi penggilanmu untuk berumrah.

 

Untuk haji qiran

لَبَّيْكَ اَللهُمَّ حَجاًّ وَالْعُمْرَةً

 

Ya Allah kami datang memenuhi panggilanmu untuk berhaji dan umrah

Untuk haji ifrad

لَبَّيْكَ اَللهُمَّ حَجًّا

Ya Allah kami datang memenuhi penggilanmu untuk berhaji.

Kemudian menuju ke Masjidil Haram dan dalam perjalanan banyak membaca talbiyah. Membaca talbiyah merupakan sunnah haji. Dan membacanya disunahkan secara jahar (dikeraskan) karena talbiyah merupakan syiar haji (HR. Ibnu Majah dan HR. Turmudzi). Waktu membaca talbiyah mulai dari hari ihram sampai melempar jumrah (HR. Jamaah(, bacaan talbiah sebagai berikut:

لَبَّيْكَ اَللهُمَّ لَبَّيْكَ – لَبَّيْكَ لاَشَرِيْكَ لَكَ لَبَّيْكَ – اِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّمَةَ لَكَ وَالْمُلْكَ – لاَشَرِيْكَ لَكَ *

Artinya : “Ya Allah kami datang memenuhi panggilanmu. Ya Allah tidak ada sekutu bagimu. Sesunguhnya segala puji dan kenikmatan serta kerajaan (kekuasaan) adalah milikmu semata. Tidak ada sekutu bagimu”. (HR. Bukhori).

G. HAKEKAT IHRAM DALAM KEHIDUPAN KONTEKSTUAL

Mengapa di miqat, calon haji harus berganti pakaian ? Karena pakaian menutupi diri dan watak manusia. Pakaian melambangkan pola, preferensi, status dan perbedaan tertentu sehingga menciptakan batas palsu yang melahirkan perpecahan umat  manusia dan timbul konsep “aku” seperti bangsaku, kelasku, kedudukanku, keluargaku dll.

Di Miqat semua pakaian tadi dilepaskan dan diganti kain putih yang sederhana, seragam semuanya berbaur laksana setetes air masuk kedalam samudra. Rombongan manusia dari seluruh dunia berkumpul di miqat, mereka akan bertemu pada waktu menunaikan ibadah haji dan umrah, sehinga hekekat ihram dalam kehidupan kontekstual adalah, bahwa di mata Allah swt semua manusia sama nilainya, tidak ada perbedaan antara orang kaya dengan orang miskin, pimpinan dengan bawahan , orang pandai dengan orang bodoh dll.

Tujuan perjalanan ini adalah kepada Allah. Firman-Nya:

وَلِلّهِ مُلْكُ السَّموتِ وَاْلاَرْضِ وَاِلَىاللهِ الْمَصِيْرُ *

Artinya : “Dan kepunyaan Allahlah kerajaan langit dan bumi dan kepada Allahlah kembali semua makhluk” (QS. An Nuur, 42).

Kita hendak mengunjungi Allah, maka janganlah tinggi hati, melainkan berendah hati dan jadilah manusia yang menyadari kefanaannya atau menjadi manusia fana yang menyadari eksistensinya. Dan pakaian yang serba putih dan tidak ada perbedaan diantara kita, seolah jazad-jazad kita telah ditinggalkan di miqat dan yang bergerak itu adalah ruh-ruh kita. Dalam perpaduan aneka ragam manusia ini, maka nama, bangsa, status sosial tidak ada artinya. Yang kita rasakan adalah persatuan yang murni. Setiap orang meleburkan dirinya dan mengambil bentuk baru sebagai manusia. Semua ego dan kecenderungan individual telah terkubur. Semua kekakuan telah mati di miqat dan yang berkelanjutan adalah “kita”. Pada saat berpakaian ihram setiap manusia adalah sama, satu adalah semua dan semua adalah satu. Masyarakat politheisme diseru dalam sebuah monotheisme (tauhid). Sebelum menunaikan ibadah haji manusia lupa kepada persamaan diantara mereka, mereka tercerai berai karena kekuatan, kekayaan, keluarga, tanah air dan bangsa mereka. Kehidupan mereka hanyalah sekedar “eksistensi”. Dengan pengalaman haji membuat kita dapat menemukan jati diri kita sendiri, dan pandangan bahwa semua adalah satu dan masing-masing diri kita tidak lebih dari seorang “manusia”.

THAWAF

A.DEFINISI THAWAF

Thawaf adalah mengelilingi Ka’bah tujuh kali dengan arah ke kiri atau berlawanan dengan jarum putaran jam. Thawaf dilakukan di Ka’bah yang dimulai di Hajar Aswad atau garis yang sejajar dengan Hajar Aswad.

B.DASAR HUKUM THAWAF

وَلْيَطَّوَّفُوْا بِالْبَيْتِ الْعَتِيْقِ *

Artinya : “Dan hendaklah mereka melakukan thawaf sekeliling rumah tua itu (Baitullah)”. (QS. Al Hajj : 29)

Thawaf dilaksanakan di Ka’bah (Masjidil Haram) yang memiliki banyak keistimewaan seperti yang difirmankan oleh Allah :

اِنَّ اَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِنَّاسِ لَلَّذِيْ بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِلْعلَمِيْنَ *

Artinya : “Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk tempat beribadah manusia, ialah Baitullah di Bakkah (Mekah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia” (QS. Ali Imran: 96).

وَاِذْجَعَلْنَاالْبَيْتِ مَثَابَةً لِّلنَّاسِ وَاَمْنًا وَاتَّخِذُوْا مِنْ مَّقَامِ اِبْرَاهِيْمَ مُصَلَّى وَعَهِدْنَا اِلى اِبْرَاهِيْمَ وَاِسْمعِيْلَ اَنْطَهِّرَ بَيْتِيَ لِلطّا ئِفِيْنَ وَالْعكِفِيْنَ وَالرُّ كَّعِ اسُّجُوْدِ *

Artinya : “Dan (ingatlah) ketika kami menjadikan Baitullah tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan dijadikan sebagian maqom Ibrahim tempat sholat. Dan telah kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yng thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (QS.2:125).

 Maqom Ibrahim

Baitullah (Ka’bah = Masjidil Haram) adalah tempat kiblat umat Islam se dunia hal ini merupakan ketentuan dari Allah agar kemanapun kita pergi selalu memalingkan wajah kita ke Masjidil Haram (QS. 2: 194 dan QS. 22: 30).

Firman Allah :

فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ ماَكُنْتُمْ فَوَلُّوْ وُجُوْهَكُمْ شَطْرَه *

ِArtinya: “Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya”. (QS. Al-Baqarah: 144).

Di dalamnya terdapat maqom Ibrahim yaitu tempat berdirinya Nabi Ibrahim sewaktu merehabilitasi Ka’bah. Barangsiapa memasuki Baitullah, maka amanlah dia.             (QS. 3:97), sesuai dengan do’a nabi Ibrahim Ya Allah jadikanlah Mekkah ini negeri yang aman… (QS. 14: 35). Sehingga Mekkah dijadikan oleh Allah tempat yang aman, meskipun manusia disekitarnya saling rampok merampok (QS. 29: 67).

اَلَمْ يَرَوْا اَنَّا جَعَلْنَا حَرَمًا امِنًا وَّيُتَخَطَّفُ النَّاسُ مِنْ حَوْلِهِمْ اَفَبِالْبَطِلِ يُؤْ مِنُوْنَ وَبِنِعْمَةِ اللهِ يَكْفُرُوْنَ *

ِArtinya : “Apakah mereka tidak memperhatikan kami telah menjadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, sedangkan manusia di sekitarnya rampok merampok. Maka (sesudah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil dan ingkar kepada nikmat Allah” ?. (QS. Al-Ankabut: 67).

Ka’bah merupakan rumah suci sebagai pusat peribadatan dan urusan dunia bagi umat manusia (QS. 5: 97). Orang yang berhak menguasai Masjidil Haram hanyalah orang yang bertaqwa (QS. 8: 34). Orang yang memberi minuman bagi orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjdidl Haram tidak lebih utama dari orang yang berjihad di jalan Allah (QS. 9: 19). Bagi mereka yang sembahyang di Masjidil Haram dengan siulan dan tepuk tangan akan dimurkai oleh Allah (QS. 8: 35), sehingga sejak tahun 9 Hijriah, orang musyrik yang mempersekutukan Allah dilarang mendekati Masjidil Haram (QS. 9: 28).

Macam-macam thawaf:

1.Thawaf qudum yaitu thawaf sunah yang dilakukan pertama kali ketika memasuki Mekkah, disebut juga thawaf selamat datang.

2.Thawaf ifadah yaitu thawaf wajib dan merupakan rukun haji.

3.Thawaf wada’ yaitu thawaf yang dilakukan ketika hendak meninggalkan kota Mekah (thawaf selamat tinggal). Thawaf ini merupakan salah satu wajib haji.

4.Thawaf umrah yitu thawaf yang dilakukan dalam rangkaian pelaksanaan ibadah umrah.

5.Thawaf sunah yaitu thawaf yang dilakukan kapan saja.

C.     KEUTAMAAN THAWAF

  • Dalam Ka’bah ada 120 rohmat terdiri dari 60 rohmat untuk yang melakukan thawaf, 40 rohmat untuk yang melakukan sholat dan 20 rohmat untuk yang melihat Ka’bah.
  • Dapat merasakan suasana di Baitullah seperti di Arsy, maka kita bersenang-senang sebagai tamu Allah.
  • Sholat 2 rokaat di akhir thawaf pahalanya sama dengan memerdekakan budak dari Bani Ismail.
  • Thawaf wada’ akan membuat kita diampuni dosa-dosa kita yang telah lewat dan pahalanya sama dengan memerdekakan budak.
  • Pada saat kita melaksanakan thawaf dan berbicara akan dinilai sebuah kebaikan dan Malaikat akan berdo’a sama dengan do’a thawaf sehingga kita akan diangkat 10 tingkat kebaikan.
  • Pada saat berhadapan dengan Hajar Aswad sama dengan  berhadapan dengan Allah.
  • Bila kita dapat melaksanakan thawaf sunah 50 kali maka diampuni semua dosa kita seperti bayi yang baru lahir.

D.TATACARA PELAKSANAAN THAWAF

Urutan-urutan pelaksanaan thawaf sbb:

  1. Setelah memasuki Masjidil Haram, kita berwudlu terlebih dahulu dan menuju ke sudut hajar Aswad.
  2. Thawaf dimulai dari Hajar Aswad dengan mencium atau mengusapnya, namun jika tidak mampu cukup memberi isyarat dengan tangan, lalu berjalan Mengelilingi ka’bah tujuh kali. Putaran ke 1, 2 dan 3 berjalan cepat, dan putaran ke 4, 5, 6 dan ke 7 berjalan biasa.
  3. Setelah sampai di rukun Yamani, maka memberi isyarat dengan tangan dan bila mampu mengusapnya.
  4. Setelah selesai 7 putaran, maka dikahiri dengan sholat sunah 2 rokaat di belakang maqam Ibrahim.

Pada saat akan memasuki Masjidil Harom, kaki kanan didahulukan sambil berdo’a:

بِسْمِ اللهِ وَالسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَللهُمَّ اغْفِرلِى ذُنُوْبِى وَافْتَحْ لِىاَبْوَابَ رَحْمَتِكَ *

Artinya : “Dengan nama Allah, semoga keselamatan dilimpahkan kepada rosulullah saw. Ya Allah berilah ampunan bagi kami serta bukakanlah bagi kami pintu rahmat-Mu ”(HR. Tirmidzi).

Setelah memasuki Masjidil Haram, sewaktu melihat Ka’bah kita berdo’a:

اَللهُمَّ زِدْ بَيْتَكَ هذَا تَشْرِيْفًا وَتَعْظِيْمًا وَتَكْرِيْمًا وَبِرًّا وَمَهَابَةً *

Artinya : “Ya Allah, limpahkanlah pada Baitullah ini, kemuliaan, keagungan, kemuliaan, kebaikan dan kewibawaan”.(HR. Thabrani).

Setelah selesai mendengar suara adzan kita  berdo’a:

اَللهُمَّ رَبَّ هذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ القَا ئِمَةِ اتِ مُحَمَّدًانِ الْوَسِيْلَةَ وَالْفَضِيْلَةَ وَابْعَثْهُ الْمَقَامَ الْمَحْمُوْدَ الَّذِيْ وَعَدْتَهُ *

Artinya : “Ya Allah, Tuhannya seruan adzan yang sempurna dan sholat yang ditegakkan ini, berilah wasilah dan fadilah kepada Nabi Muhammad, dan bangkitkanlah beliau pada tempat yang terpuji sebagaimana yang telah engkau janjikan”. (HR. Nasai).

E.BEBERAPA KESALAHAN DALAM MELAKUKAN THAWAF

  • Memulai thawaf sebelum Hajar Aswad, seharusnya  dimulai di Hajar Aswad    (di garis coklat, lurusan hajar aswad).
  • Thawaf Hijir Ismail, karena Hijir Ismail hanya sebagian dari Ka’bah, maka thawafnya tidak sah.
  • Mengusap badan Ka’bah dengan tujuan tertentu dan mencium seluruh pojok Ka’bah. Yang boleh dicium hanya Hajar aswad.
  1. DO’A YANG DIPANJATKAN PADA SAAT THAWAF

Do’a dari Hajar Aswad sampai Rukun Yaman,

سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُللهِ وَلاَ اِلهَ اِلاَّ اللهُ وَاللهُ اَكْبَرُ وَلاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ اِلاَّ بِاللهِ *

Artinya: “Maha suci Allah, segala puji hanyalah bagi Allah, dan tidak ada Tuhan kecuali Allah, dan Allah Maha Besar. Tidak ada upaya dan kekuatan kecuali dengan Allah”. (HR. Ibnu Majah). Setiap kali sampai atau lurus dengan Hajar aswad disunatkan mencium, kalau tidak bisa (karena banyaknya orang) cukup isyarat dengan tangan sambil mengucap “Allahu Akbar”.

Do’a dari rukun Yaman sampai Hajar Aswad.

أَللهُمَّ اِنِّى اَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَفِيَةَ فِىالدُّنْيَا وَاْلاخِرَةِ رَبَّنَا اتِنَا فِىالدُّنْيَاحَسَنَةً وَفِىاْلاخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ *

Artinya: Ya Allah kami memohon kepada-Mu  pengampunan dan kesehatan di dunia dan di akherat. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan diakherat serta selamatkanlah kami dari azab neraka”. (HR. Ibnu Majah).

Kemudian menuju ke belakang maqam Ibrahim sambil membaca.

أَعُوْذُ بِااللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم ِ- بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيْمِ وَاتَّخِذُوْا مِنْ

مَقاَمِ اِبِرَاهِيْمَ مُصَلَّى  *

ِArtinya :”Aku berlindung kepada Allah dari godaan syetan yang diranjam, dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Dan jadikanlah Maqom Ibrahim sebagai tempat sholat”. (HR. Ibnu Majah).

Thawaf diakhiri dengan shalat sunah 2 rakaat  dibelakang maqom Ibrahim. Shalat disunahkan untuk rokaat pertama membaca surat Al-Fatihah dan Al-Kafirun dan rokaat ke dua Al-fatihah dan Al-Ikhlas. Setelah salam membaca do’a:

اَللهُمَّ هذَا بَلَدُكَ وَالْمَسْجِدُالْحَرامُ وَبَيْتُكَ الْحَرَامُ وَاَنَاعَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ اَمَتِكَ اتَيْتُكَ بِذُنُوْبٍ كَثِيْرَةٍ وَخَطَايَا جَمَّةٍ وَاَعْمَالٍ سَيِّئَةٍ وَهذَا مَقَامُ الْعَا

ئِذِ بِكَ مِنَ النَّارِ فَاغفِرلِيْ وَارُحَمْنِيْ اِنَّكَ اَنْتَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ اَللهُمَّ اِنَّكَ دَعَوْتَ عِِبَادَكَ اِلَى بَيْتِكَ الْحَرَامِ وَقَدْ جِئْتُ طَالِبًا رَحْمَتَكَ مُبْتَغِيًا

مَرْضَاتَكَ وَاَنْتَ مَنَنْتَ عَلَيَّ بِذَالِكَ فَاغْفِرْلِيْ وَارْحَمْنِيْ اِنَّكَ عَلَى كُلِّ

 شَيْئٍ قَدِيْرٌ *

Artinya : “Ya Allah ini (Mekah)  negeri- Mu dan Masjid Haram, rumah- Mu yang mulia dan aku adalah hamba-Mu, anak hamba-Mu yang laki-laki dan anak hamba-Mu yang perempuan, aku datang kepada-Mu dengan (membawa) dosa-dosa  yang banyak dan kesalahan-kesalahan yang banyak dan amalan-amalan yang jelek dan ini adalah tempat berdirinya orang yang berlindung kepada-Mu dari neraka. Maka ampunilah dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, ya Allah sesungguhnya Engkau memanggil hamba-hamba-Mu ke Baitul Harom dan sesungguhnya aku telah datang mencari rahmat-Mu dan mencari ridlo-Mu dan Engkau mengkaruniai kepadaku dengan itu maka ampunilah aku dan kasihanilah aku, sesungguhnya Engkau berkuasa atas segala sesuatu”. (HR. Al-Dailamy).

Selesai melaksanakan thawaf disunahkan minum air zam-zam. Dengan berdo’a:

اَللهُمَّ اِنِّيْ اَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًاوَرِزْقًا وَاسِعًا وَسِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ وَسَقَمٍ بِرَحْمَتِكَ يَااَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ *

Artinya : “Ya Allah, aku memohon kepada-Mu, ilmu yang bermanfaat, rejeki yang luas dan kesembuhan dari tiap  penyakit dengan rahmat-Mu. Ya Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang”. (HR. Hakam) .

Apabila ibadah kita di Masjidil Haram sudah selesai, maka pada saat keluar dari Masjidil Haram disunahkan untuk membaca do’a:

بِسْمِ اللهِ والسَّلاَمُ عَلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّىاللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَللهُمَّ اغْفِرلِى ذُنُوْبِى وَافْتَحْ لِىاَبْوَابَ فَضْلِكَ *

Artinya : “Dengan nama Allah, semoga keselamatan dilimpahkan kepada Rasulullah saw. Ya Allah berilah ampunan bagi kami serta bukakanlah bagi kami pintu keutamaan-Mu”. (HR. Tirmidzi).

G.    HAKEKAT THAWAF DALAM KEHIDUPAN KONTEKSTUAL

Ka’bah dalam kehidupan kaum muslimin dalam sholatnya adalah pusat eksistensi, keyakinan, cinta dan kehidupannya, ke arah Ka’bah inilah kaum muslimin yang sedang menemui ajal dihadapkan dan kaum muslimin yang meninggal dikuburkan. Namun Ka’bah sebuah bangunan persegi dan kosong. Tak ada apa-apa. itulah pusat agama, shalat, cinta, kehidupan kematian kita ?. Kekosongan ini sebagai petunjuk arah Ka’bah adalah rumah Allah dan rumah seluruh umat manusia yang telah dapat melepaskan diri dari belenggu dirinya sendiri menghadap kepada Allah. Sebagai sebuah kubus, Ka’bah memiliki 4 sisi yang menghadap segala arah, sedangkan  keseluruhan sisinya melambangkan ketiadaan arah, sesuai dengan firman-Nya:

وَِللهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ فَأَيْنَمَا تُوَلُّوْا فَثَمَّ وَجْهُ اللهِ اِنَّ اللهَ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ *

Artinya : “Timur dan barat adalah kepunyaan Allah kemanapun engkau menghadap engkau menghadap Allah” . (QS. 2: 115).

Pada saat thawaf, Ka’bah dikelilingi lautan manusia dalam keadaan penuh haru. Ia bagai matahari yang merupakan pusat tata surya. Lautan manusia Mengelilingi ka’bah dalam gerakan sirkuler. Ka’bah melambangkan konsistensi dan keabadian Allah, sedangkan manusia yang berbondong-bondong bergerak mengelilinginya melambangkan aktivitas dan transisi makhluk-makhluk ciptaan-Nya yang terjadi secara terus menerus. Selama thawaf kita terus bergerak seolah dilakukan oleh satu unit manusia, karena di dalamnya tidak ada identifikasi individual, kita tidak dapat membedakan lelaki dan perempuan serta kulit hitam dan kulit putih. Inilah transformasi seorang manusia menjadi totalitas umat manusia. Semua “aku” bersatu menjadi “kita”, yang merupakan “ummah” yang bertujuan menghampiri Allah. Ketika melakukan thawaf, kita harus mencebur dan hilang ditengah orang ramai, terbenam dan hanyut dalam gelora manusia yang gegap gempita bergerak mengelilingi Ka’bah. Semua mengenakan pakaian dengan pola dan warna yang sama (serba putih, tidak ada perbedaan dan kelebihan pribadi, yang terlihat hanyalah totalitas dan universal umat manusia. Gerakan thawaf yang abadi ini diatur oleh sebuah disiplin yang sangat akurat dan gerakan ini mencerminkan keteraturan alam semesta.

Thawaf dimulai dari Hajar Aswad (batu hitam), yang melambangkan tangan kanan Allah. Di batu hitam ini kita memilih jalan, tujuan dan masa depan dengan menjabat tangan Allah sesuai dengan firman-Nya.  

يَدُ اللهِ فَوْقَ اَيْدِيْهِْم *

Artinya : “ Tangan Allah berada di atas tangan mereka”. (QS.10:48). Kemudian memasuki orbit bersama orang banyak bergerak dan tidak berhenti, ketika berada ditengah desakan orang banyak menghimpit tubuh kita, seolah kita memperoleh kehidupan yang baru dan kini kita menjadi bagian dari orang ramai tersebut. Tujuan kita menemui Allah, namun kenyataannya kita sibuk berdesak-desakan dengan orang banyak, Allah memerintahkan kita bergabung dengan orang ramai melakukan thawaf sambil berdesak-desakan dengan orang banyak dan Ka’bah sebagai titik pusat orbit kita. Ini semua melambangkan Allah dan posisi kita adalah berserah diri seperti yang dicontohkan oleh Hajar dengan kepasrahannya yang mutlak kepada Allah karena cintanya kepada Allah, ia hidup di sebuah lembah, tanpa air, tanpa tempat berteduh, tanpa teman, namun ternyata cintanya dapat menggantikan semua kebutuhan itu.

Setelah tujuh kali mengelilingi Ka’bah yang mengambarkan lapisan tujuh langit, maka kita akan melakukan shalat 2 rakaat di maqam Ibrahim. Maqam Ibrahim adalah sebuah batu dimana terdapat jejak kakinya saat spiritualutas tertinggi yaitu berada di sisi Allah, di dalam rumah-Nya, dai atas jalan-Nya da menjadi anggotan keluarga-Nya. Kita telah meninggalkan eksistensi fana yang berpusar pada diri kita sendiri untuk menjalankan eksistensi abadi umat manusia pada orbit Allah. Kini kita adalah seorang Ibrahim. Ibrahim yang menghindari godaan syetan yang berbisik-bisik memberi saran buruk di hati manusia, sesuai dengan firman-Nya.

الَّذِى يُوَسْوِسُ فِيْ صُدُوْرِ النَّاسِ *

Artinya : “Yang berbisik-bisik ke dalam hati manusia”. (QS. Annas:5). Di maqam Ibrahim, kita berada di rumah Allah dan kota yang aman sejahtera, maka kita berkewajiban untuk membuat negeri kita aman seperti Tanah Haram, hidup kita seperti dalam keadaan ihram terus menerus, memuat dunia sebagai masjid yang aman kerena dunia ini adalah Masjid Allah.

SA’I

A.DEFINISI SA’I

Sai artinya berjalan antara bukit Shafa dan Marwah.

B.DASAR HUKUM SAI

Hukum Sai adalah wajib, berdasarkan firman Allah:

اِنَّالصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَا ئِرِاللهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ اَوِعْتَمَرَ فَلاَ جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْيَّطَّوَّفَ بِهِمَا وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَاِنَّ اللهَ شَاكِرٌ عَلِيْمٌ *

Artinya : “Sesunggunya Shafaa dan Mawrah adalah sebagian dari syiar Allah. Maka berang siapa yang beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, maka tidak ada dosa baginya mengerjakan sa’i antara keduanya. Dan barang siapa yang mengerjakan suatu kebajikani, maka sesungguhnya Allah Maha mensyukuri kebaikan lagi Maha Penyayang”. (QS. 2:158).

C.KEUTAMAAN SAI

Pahala sai sama dengan memerdekakan 70 orang budak.

D.TATACARA PELAKSANAAN SAI

Sai dilakukan di kompleks Masjidil Haram antara pintu 18-32, antara bukit Shafa dan Marwah. Tempat sai terdiri dari 2 jalur yang ditengahnya disediakan bagi jamaah yang menggunakan kursi roda. Tempat Sai ini di dalam ruangan yang ber AC. Setelah selesai thawaf, kita menuju ke sumur air zam-zam (disunatkan minum air zam-zam), kemudian munuju bukit Shafa untuk melaksanakan sa’i. Dari Shafa menuju  bukit Marwah, kembali lagi ke bukit Shafa, kemudian kembali ke bukit Marwah dst 7 kali terakhit di bukit Marwah.

  1. KESALAHAN YANG SERING TERJADI PADA SAAT SA’I

1.Ini tidak pernah dicontohkan oleh Nabi

2.Yang benar kita menghadap ke Qa’bah dengan  mengangkat kedua telapak tangan  sambil berdo’a.

3.Berjalan cepat antara Shafa- Marwah pada seluruh putaran, ini tidak perlu karena menurut sunah Rosul hanya diantara kedua tanda lampu hijau saja.

  1. DO’A YANG DIPANJATKAN PADA SAAT SAI

Pada saat mendaki ke bukit Shofa Marwa membaca:

أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ - بِسْمِ اللهِ لرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

اِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَا ئِرِ اللهِ *

Artinya : “Sesungguhnya bukit Shafa dan Marwah adalah sebagian dari tanda-tanda keagungan Allah”. (HR. Ibnu Majah).

Setelah setiba diatas bukit ٍShofa yang berbatu menghadap Ka’bah dan membaca do’a:

اَللهُ اَكْبَرُ- اَللهُ اَكْبَرُ- اَللهُ اَكْبَرُ- لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَشَرِيْكَ لَهُ-لَهُ الْمُلْكُ ولَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ *

Artinya : “Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar. Tiada tuhan kecuali Allah yang Maha Esa, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik semua segala (kekuasaan) dan segala puji, Dan Maha Kuasa atas segala  sesuatu”. (HR. Nasai).

 Do’a diatas dibaca sebanyak 3 kali, kemudian dilanjutkan bacaan dibawah ini :

   أَللهُمَّ اِنَّكَ قُلْتَ اُدْعُوْنِيْ اَسْتَجِبْلَكُمْ وَاِنَّكَ لاَتُخْلِفُ الْمِيْعَادَ وَاِنِّيْ أَسْأَلُكَ كَمَا هَدَيْتَنِيْ لِلاْئِسْلاَمِ اَنْ لاَّ تَنْزِعَهُ مِنِّيْ حَتَّى تَتَوَفَّانِيْ وَاَنَا مُسْلِمٌ  

Artinya : “Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah berfirman: mintalah kepada-Ku.   Niscaya Aku akan kabulkan. Engkau adalah zat yang tidak pernah mengingkari pada janji. Dan kami memohon kepada-Mu seperti saat Engkau memberi kami petunjuk pada islam. Jangan Engkau cabut petunjuk ini dari kami sampai saatnya Engkau mematikan kami (tetap) dalam keadaan islam” (HR. Malik).

Setelah berdo’a kemudian menuju ke bukit Marwah. Pada saat tiba di batas tiang tembok cat hijau atau lampu neon hijau berlari-lari kecil, dengan membaca doa yang diulang-ulang sampai tiba di bukit Marwah.

رَابِّ غْفِرْ وَارْحَمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ وَاَنْتَ اْلاَعَزُّ اْلاَ كْرَمُ اَللّهُمَّ اتِناَ فِىالدُّ نْيَا حَسَنَةً وَفِىاْلاَ خِرَ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ *

Artinya : “Ya Robbi, ampuni dan sayangilah kami serta maafkanlah (kesalahan) kami yang engkau ketahui. Engkau adalah zat yang Maha Mulia dan Maha Agung. Ya Allah, berilah pada kami kebaikan di dunia dan akherat. Dan jagalah kami dari siksa neraka”. (HR. al-Baihaqi).

Kemudian berjalan menuju bukit Shafa dengan bacaan yang sama. Demikian dilakukan seterusnya antara bukit Shafa dan bukit Marwah. Jarak antara Shafa– Marwah dihitung 1 x dan Marwah – Shafa 1 x. jumlah perjalanan 7 x dan dikahiri di bukit Marwah. Sebagai penutup doa menurut keperluan masing-masing.

G. HAKEKAT SAI DALAM KEHIDUPAN KONTEKSTUAL

Setelah selesai melakukan shalat 2 rakaat di Maqam Ibrahim, kita menuju ke bukit Shafa untuk melaksanakan sai. Sai adalah sebuah pencarian, jadi merupakan gerakan yang memiliki tujuan dan digambarkan dengan gerak bergegas-gegas. Dalam melaksanakan sai segala bentuk, pola, warna, derajat, kepribadian, batas, perbedaan dan jarak dihancurkan. Yang disaksikan adalah manusia yang polos, penuh keyakinan, kepercayaan dan aksi untuk melakukan gerak abadi menuju ke suatu arah tertentu. Tidak ada sesuatupun yang menonjol. Gerakan tersebut seperti gerakan seluruh alam semesta ini.

Ketika sai, kita berperan sebagai Hajar, hamba sahaya yang mempunyai hubungan akrab dengan Allah. Dialah ibu dari nabi-nabi yang besar dan merupakan pribadi terpenting dalam sai. Allah menyuruh Hajar untuk patuh kepada-Nya dan Dia akan memelihara Hajar beserta putranya, menjanga mereka, memenuhi kebutuhan mereka, menjamin masa depan mereka. Hajar merupakan teladan kepasrahan dan kepatuhan yang sangat teguh dalam keyakinan dan bersandar kepada cinta, menyerah pada kehendak Allah ditinggalkan pada lembah yang tandus. Namun Hajar dalam kepasrahannya itu tidak duduk berdiam diri. Ia bangkit sendirian berlari-lari antara bukit Shafa dan Marwa untuk mencari air. Ia terus mencari, bergerak dan berjuang dengan tekad bersandar pada dirinya sendiri, kepada kakinya, kepada kemauannya dan kepada pikirannya. Ia seorang wanita yang bertanggung jawab. Ia seorang ibu yang mencinta, sendirian, mengelana, mencari, dan menanggungkan penderitaan serta kekuatiran. Tanpa pembela, tanpa tempat teduh, terlunta-lunta, terasing, tidak mempunyai kelas, tidak mempunyai ras dan tidak berdaya. Namun ia mempunyai harapan. (gambar kiri : mata air zam zam dan kanan : molekul air zam zam). 

Sai adalah perjuangan fisik untuk mencari air. Sendirian …….Hajar berlari ke puncak-puncak bukit (tidak duduk termangu dan menangis putus asa) untuk mencari air. Yang diharapkannya adalah air, bukan hal-hal yang gaib, hal-hal metafisis, cinta kepasrahan, kepatuhan, jiwa, pandangan filosofis, surga dan akherat. Hajar sangat membutuhkan air untuk diubah menjadi darah dan susu demi memuaskan dahaga seorang bayi. Pencarian air ini melambangkan pencarian materi kehidupan di dunia ini, demikian cara mendapatkan sorga di atas dunia dan menikmatinya dalam kehidupan ini.

Haji adalah persatuan thawaf dan sai yang bisa menghilangkan kontradiksi yang selalu membingungkan umat manusia sepanjang jaman. Manakah yang dipilih : materialisme ?, rasionalisme atau petunjuk Ilahi ?; Di sini Allah memberikan jawaban : Ambillah keduanya ! Inilah sebuah pelajaran yang tidak disampaikan dengan kata-kata, persepsi, sains atau filsafat, tetapi dengan contoh berupa manusia.

WUKUF

A.    DEFINISI WUKUF

Wukuf adalah hadir dan berada pada bagian manapun dari arafah, walau seseorang itu dalam keadaan tidur atau bangun, berkendaraan atau duduk, berbaring atau berjalan, dalam keadaan suci atau tidak, pada tanggal 9 Dzulhijah, mulai tergelincirnya matahari sampai maghrib.

B.     DASAR HUKUM WUKUF

Wukuf di Arafah merupakan rukun terpenting dari haji, sesuai dengan hadits nabi:

اَلْحَجُّ عَرَفَةُ مَنْ جَاءَ لَيْلَةَ جَمْعٍ قَبْلَ طُلُوْعِ الْفَجْرِ فَقَدْ اَدْرَكَ الْحَجَّ *

Artinya:“Haji itu di Arafah barang siapa yang datang pada malamnya jam’in   (tanggal 8) sebelum terbitnya pajar maka ia menjumpai hajinya (hajinya sah)”. (HR.Tirmidzi)

C.     KEUTAMAAN WUKUF

  • Hari pada saat wukufmerupakan hari yang palin utama dan pada saat itu Allah turun ke bumi, membanggakan penduduk bumi terhadap isi langit. Pada hari itu banyak orang dibebaskan dari neraka. (HR. Ibnu Majah).
  • Diampuni dosa-dosanya. (HR. Ibnu Mubarak).
  •  “Bahwasanya musuh Allah (Iblis) ketika ia mengetahui bahwasanya Allah telah mengabulkan do’aku (nabi), dan Allah mengampuni dosa-dosa umatku, Iblis mengambil debu ditaburkannya diatas kepalanya seraya husteris celaka, dan sangat menyesal. Dalam pada itu nabi tertawa atas kegelisahannya (Iblis)” .(HR. Ibnu Majah).  

Manfaat bertasbih, bertahmid, bertahlil dan bertakbir sbb:

  • Bertsbih (mengucap Subhaanallaah) 100 kali di pagi hari da 100 kali di sore hari, maka kita diberi pahala sebagaimana 100 kali naik haji.

سُبْحَانَ اللهِ

  • Bertahmid (mengucap Al-Hamdulillaah) 100 kali di pagi hari dan 100 kali di sore hari, maka kita diberi pahala sebagaimana orang yang telah menyerahkan 100 ekor unta ke dalam sabilillah atau sebgaimana pahalanya 100 kali dalam sabilillah.

اَلْحَمْدُ اللهِ

  • Bertahlil (mengucap Laa ilaaha illallaah) 100 di pagi hari dan 100 kali di sore ahri, pahalanya bagaikan memerdekaan 100 orang budak dari keturunan Ismail.

لاَاِلهَ اِلاَّ اللهُ

  • Bertakbir (mengucap Allaahu akbar) 100 kali di pagi hari dan 100 kali di sore hari, maka tidak seorangpun yang mampu menandingi pahala orang tersebut kecuali orang yang sama-sama bertakbir kepada Allah.

اَللهُ اَكْبَرُ

  • Apabila kita mengucapkan Subhaanallaah Wabihamdih  100 kali di pagi hari dan 100 kali di sore ahri, maka tidak ada seorang pun yang bisa menandingi pahala orang tersebut di hari kiamat, melainkan orang yang sama-sama mengamalkannya. Aapabila membaca kalimat ini 100 kali dalam sehari, maka pahala yang didapat sama dengan memerdekakan 10 orang budak dan ditulis baginya 100 kebaikan serta dihapus  100 kejelakannya dan ia dijaga dari gangguan syetan dari pagi hingga sore hari, dan dari sore hingga pagi hari, dan akan diampuni dosa-dosanya walaupun sebanyak buih lautan (R. Tirmidzi).

سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ

Manfaat berdo’a di padang Arofah adalah akan dikabulkan semua do’a yang panjatkan kepada Allah. Hanya, ada yang akan dikabulkan secara tunai, ada yang ditunda dan ada yang diganti dengan hal lain yang lebih baik.

Manfaat dari Wukuf yang dilakukan semata-mata karena Allah, akan diampuni semua dosa-dosa kita meskipun sebanyak tetesan hujan, sebanyak butiran pasir di pantai, dan sebanyak buih lautan. Semua akan diampuni.

D.   TATACARA PELAKSANAAN WUKUF

1.Melaksanakan sholat Dluhur dan Asar dijama’ kemudian m

KESAKSIAN MEMBER
ONLINE SUPPORT
JAM KERJA :
08.00 - 20.00 WIB
UMROH & HAJI
TIKET DOMESTIK/INTERNASIONAL
TOURS DOMESTIK/INTERNASIONAL
 
CONTACT PERSON
JAM KERJA :
08.00 - 20.00 WIB
UMROH & HAJI PLUS
DRS. SOEGENG RIANTO
081357520055
ZAINURI
085101303768
KILAT WAHONO
089672732918
TIKET DOMESTIK/INTERNASIONAL
ANA JULIANI
082141737636
2667C66A
TOURS DOMESTIK/INTERNASIONAL
TRAVEL DARAT SURABAYA-JEMBER
MOHAMAMD UZER
081331120699
03134389559
 
STATISTIK WEB
 
HOME | PROFIL KAMI | HUBUNGI KAMI
Air Media Solusindo Surabaya
Kami melayani jasa pembuatan website, toko online, booking system dan jasa pembuatan software aplikasi custom berkualitas yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan Anda.
Kontak:
SMS : 081.217.345.765
Phone/WA: 088.131.593.80
Pin BB: 3298B15E
copyright © 2013 PT. Asha Ramas Anugerah. Developed by JasaWebTiket.com